Ilmu Balaghah

BAB I
PENDAHULUAN
Ilmu balagah merupakan salah satu cabang ilmu bahasa Arab yang mempelajari kaidah-kaidah mengenai gaya bahasa untuk digunakan dalam pembicaraan dan tulisan. Mempelajari ilmu balagah itu penting, karena dengan memahami ilmu balagah kita dapat meyakini bahwa Al-Qur’an itu benar-benar kalam yang sempurna dan kalam yang bernilai mukjizat bukan karangan manusia dan di dalamnya mengandung (pola) bahasa yang sungguh mengagumkan manusia.
Dengan memahami ilmu balagah seseorang dapat berbicara dan menulis secara teratur, sesuai dengan situasi dan kondisi dengan cara yang indah dan bersajak.
Pengajaran balagah di sekolah-sekolah agama ditujukan agar siswa mampu menyusun kalimat yang baik dan benar menurut pola-pola balagah serta mematangkan perasaan sastra agar mereka dapat merasakan keindahan, kekaguman dan kegembiraan terhadap apa yang dibacanya dari panggalan-panggalan sastra yang indah.
BAB II
PEMBAHASAN
Dalam pembelajaran balagah itu ada beberapa pendekatan metode dan tekhnik yang dapat digunakan guna tercapainya tujuan yang diinginkan.

A. Pendekatan Dalam Pembelajaran Balagah

1. Pendekatan Komunikatif
Karena ilmu balagah adalah ilmu yang mengajarkan bagaimana menciptakan kalimat-kalimat yang sempurna dan indah yang dapat dipahami lawan bicara, serta cara-cara memperindah bahasa komunikasi. Dalam pendekatan ini guru mengemukakan contoh-contoh kata-kata balaghah, dan memberi motivasi bagi anak didik untuk mmenggunakan kalimat-kalimat yang berkaitan dengan ilmu balaghah.
2. Pendekatan Analisis
Karena dalam membbentuk kalimat dalam ilmu balaghah harus menganalisa terlebih dahulu dengan kaidah-kaidah balaghah yang digunakan baik dari strukturnya, lafaznya, maknanya, serta unsur keindahan bahasa yang dibuat. Yang mana kesemuanya itu perlu dikaji dengan pendekatan analisis.

B. Metode Pembelajaran Balagah

1. Metode Qawa’id – Terjemah (طريقة القواعد والترجمة )
Metode ini (Gramatical Translation Method) adalah “metode mempelajari bahasa asing yang menekankan pemahaman qawa’id/kaidah-kaidah bahasa untuk mencapai keterampilan membaca, menulis dan menterjemahkan.
2. Metode Langsung ( طريقة المباشرة )
“Metode langsung adalah metode suatu cara menyajikan materi pelajaran bahasa asing di mana guru langsung menggunakan bahasa tersebut sebagai bahasa pengantar tanpa menggunakan bahasa didik sedikitpun dalam mengajar.
Metode ini siswa dapat langsung melatih kemahiran lidah tanpa menggunakan bahasa ibu. Meskipun pada mulanya terlihat sulit bagi anak didik untuk menirukannya, tapi adalah menarik bagi anak didik. Jika ada suatu kata-kata yang sulit untuk dimengerti oleh anak didik maka guru dapat mengartikan dengan menggunakan alat peraga, mendemonstrasikan, menggambar dan lain-lain.
3. Metode Aural – Oral ( طريقة السمعية الشفرية )
Metode ini sering disebut juga audio lingual method. Tujuan utama metode ini adalah kemahiran-kemahiran mendengarkan, sehingga mampu memahami dan mengerti pembiasan-pembiasan yang berulang terhadap bunyi atau ucapan-ucapan bahasa itu akan menimbulkan kepekaan alat indra sehingga mudah dipahami.
Prinsipnya harus banyak latihan mendengar (drill) baik melalui ucapan-ucapan sendiri, kaset, video, televisi.
4. Metode Membaca ( طريقة القراءة )
Yaitu metode dengan cara menyajikan materi pelajaran lebih adahulu dengan mengutamakan membaca, yakni guru mula-mula membaca topik bacaan, kemudian diikuti oleh siswa/anak didik. Tapi kadang-kadang guru dapat menunjuk langsung anak didik untuk membaca pelajaran tertentu lebih dahulu dan siswa lain memperhatikan dan mengikutinya.
Jadi jelas melalui metode membaca ini, diharapkan anak didik dapat mengucapkan lafaz kata-kata dan kalimat dalam bahasa Arab yang fasih, lancar, dan benar.
5. Metode Eklektik ( طريقة الإنتقائية )
Metode ini disebut juga eclectic method yang artinya “campuran kombinasi”.
Jadi metode elektik adalah cara menyajikan bahan pelajaran bahasa Arab melalui macam-macam metode yang disebutkan di atas, sehingga proses pembelajaran lebih banyak ditekankan pada kemahiran bercakap-cakap, menulis, membaca dan memahami pengertian-pengertian tertentu.
Diantara metode yang telah disebutkan di atas metode Electic-lah yang paling sering digunakan.
Menurut H. Mahmud Yunus :
Tekhnik atau langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mengajarkan balaghah adalah sebagai berikut:
1) Guru menyediakan nusus (teks) sebelum memulai pelajaran.
2) Guru menunjukkan kepada pelajar-pelajar nusus yang telah diselesaikan, baik itu di dalam kitab atau di papan tulis.
3) Membaca nusus (mula-mula guru, kemudian pelajar) kemudian guru menerangkan arti kata-kata yang sukar dan maksud nusus serta menganalisisnya.
4) Kemudian guru mengambil beberapa misal atau contoh dari nusus untuk dijadikan contoh balaghah yang dimaksud, lau dituliskan di papan tulis. Kemudian guru bertanya jawab dengan pelajar-pelajar tentang arti sususnan misal dalam nusus itu serta membandingkannya dengan ibarat lain yang sama artinya, tetapi berlainan susunan kalimatnya, lalu guru menerangkan perbedaan antara keduanya, yaitu segi kekuatan dan keindahannya dalam ibarat nusus yang tidak ada dalam ibarat yang lain itu.
5) Setelah pelajar-pelajar memahami demikian dengan sebaik-baiknya, lalu guru menerangkan namanya dalam istilah ilmu balaghah.
6) Guru memberikan misal-misal yang dipilihnya dari nusus-nusus yang lain untuk latihan lisan bagi ilmu balaghah yang telah dipelajari itu.
7) Kemudian guru mengadakan latihan tulisan dengan memberikan nusus-nusus sastra yang sesuai dengan istilah balaghah itu.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metode pengajaran al-Balaghah adalah suatu cara yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan pelajaran kepada peserta didik melalui lisan maupun tulisan dan tidak hanya dengan teorinya saja akan tetapi didukung dengan praktek serta diikuti dengan pengembangan wawasan di luar teks pelajaran al-Balaghah itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Husni, 2003, Pembelajaran Al-Balaghah Di Madrasah Aliyah Normal Islam Putra Rakha Amuntai