25 December, 2010

BAYI BARU LAHIR NORMAL

1. PENGERTIAN
Bayi baru lahir (Neonatus) adalah bayi baru lahir dari umur 0 hari sampai 28 hari. Bayi baru lahir digolongkan menjadi 2, yaitu :
1) Bayi baru lahir normal
Adalah bayi baru lahir dengan berat badan antara 2500 gram sampai dengan 4000 gram dengan lama kehamilan antara 37 minggu sampai 42 minggu.
2) Bayi baru lahir dengan resiko tinggi
a. Bayi yang berat badan lahir kurang dari 2500 gram.
b. Bayi yang berat badan lahir lebih dari 4000 gram.
c. Bayi yang dilahirkan kurang dari kehamilan kurang dari 37 minggu dan lebih dari 42 minggu.
d. Bayi yang nilai apgarnya kurang dari 7.
e. Bayi yang lahir dengan infeksi intra partum, trauma kelahiran atau kehamilan kongenital.

2. CIRI-CIRI BAYI BARU LAHIR
a. Nilai Apgar
Apgar score dinilai pada satu menit bayi sete;ah lahir dan yang kedua 5 menit setelah lahir, bayi yang normal nilai apgarnya antaraaaa 7-10. Angka nol menandakan bayi dalam keadaan maut, dan nilai apgar <5 berarti bayi memerlukan pertolongan tindakan tertentu. Tanda 0 1 2 1. Appearance (warna) Biru/pucat Tubuh kemerahan sedangkan tungkai biru Seluruh tubuh kemerah-merahan 2. Pulse (nadi) Tidak ada 400 x/menit > 100 x/menit
3. Grimace (refleks) Tidak ada Gerakan sedikit Menangis
4. Activity (Tonus otot) Lumpuh flacoid Ekstremitas sedikit fload Gerakan aktif flexi penuh
5. Respiratory (Pernapasan) Tidak ada Lambat. Lemah dan tidak teratur

b. Berat dan panjang badan
Berat badan waktu lahir normal berkisar antara 2500-4000 gram. Hari-hari pertama dalam masa neonatal berat badan turun < 10% yang merupakan keadaan normal. Ini disebabkan karena ticak cukupnya pemberian susu pada saat itu. Berat badan lahir dicapai lagi pada hari ke-10 sampai ke-14, selanjutnya dalam keadaan normal dan sehat berat badan bertambah terus dengan teratur. c. Lingkar kepala dan dada Lingkar kepala pada waktu lahir yang normal ialah 33 – 35,6 cm. Tujuan pengukuran ini ialah untuk mengetahui volume intrakranial dan menilai kecapatan tumbuhnya otak. Lingkar dada yang normal antara 30 cm – 33 cm dan 36 cm. 3. PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA BAYI BARU LAHIR a. Pernapasan dan perdarahan bayi Pernapasan pertama pada bayi normal terjad 30 detik sesudah kelahiran, timbul sebagai akibat aktivitas normal dari susunan syaraf pusat dan perifer yang dibantu oleh beberapa rangsangan lainnya. Paru-paru janin normal dan cukup bulan mengandung 80 – 100 ml cairan. Akibat tekanan pada rongga dadanya ketika melalui jalan lahir pervaginam, bayi akan kehilangan + 1/3 dari jumlah kelahiran. Setelah bayi lahir cairan yang hilang akan diganti dengan udara. Setelah tapi pusat dipotong aliran darah dari plasenta melalui vena cavaa inferior dan foramen ovale ke atrium kiri terhenti. Tekanan di atrium kiri menjadi lebih tinggi dari pada tekanan di atrium kanan, ini menyebabkan foramen ovale menutup. Sirkulasi janin sekarang menjadi sirkulasi bayi yang hidup di luar ibu. b. Faeces Faeces yang pertama keluar berupa pasta kental berwarna gelap dan lengket yang disebut mecorium, faeces ini akan mulai keluar dalam waktu 24 jam dan berlangsung sampai hari ke-2 atau hari ke-3. Bila mendapat ASI, faeces akan berupa pasta berwarna kuning keemasan dengan konsistensi kembek, sedangkan bayi yang minum susu buatan, faecesnya akan berwarna kuning dan setengah padat. c. Kulit Kulit bayi baru lahir biasanya diliputi vernix casiosa yaitu zat lembek berwarna putih kekuning-kuningan seperti keju, terutama di dapat di daerah lipatan dan bahu. Kulit bayi cukup bulan berwarna jernih, halus, lembut, dan padat dengan sedikit desguamasi terutama di telapak tangan, kaki dan selangkangan. d. Tali pusat Tali pusat diperiksa harus ada 2 arteri dan 1 vena, bila hanya di dapat satu arteri mungkin ada kelainan kongenital lain. Kemerah-merahan di sekitar umbilicus 24 jam setelah lahir, tunggul yang basah atau bau busuk setelah tiga hari menunjukkan adanya umbilitis. e. Berat badan Pada hari ke-2 dan ke-3 bayi mengalami penurunan berat badan, yang mana disebabkan pemasukan cairan tidak seimbang dengan pengeluaran cairan dari tubuh bayi. Pada hari ke-10-14 berat badan biasanya mulai naik lagi. f. Suhu Mekanisme pengaturan panas pada bayi tidak stabil, mudah mendapat pengaruh dari luar. Pusat pengatur panas dalam otak baru mulai berkembang pada bulan terakhir pada masa fetus. Ketika bayi baru lahir pusat pengatur panas ini berlum berfungsi dengan sempurna, sehingga belum dapat mempertahankan kesimbangan produksi panas dan pengeluaran panas dari tubuh, terutama sekali bila bayi prematur. Dengan demikian pengaruh suhu panas atau dingin dari luar dapat meninggikan dan merendahkan suhu badan. g. Refleks Bayi menunjukkan beberapa refleks yang disebut refleks primitive, yaitu : 1. Mord refleks Dapat dilihat pada bayi dikagetkan akan menjadi refleks baru abduksi dan extensi lengan dan tangannya terbuka 2. Graps refleks Bila telapak dirangsang, tangan akan memberi reaksi seperti menggenggam. 3. Walking refleks Bila telapak kaki ditekan pada seluruh bangku atau pada suatu tempat yang datar, maka bayi akan bergerak seperti berjalan. 4. Crosses ectension refleks Bila satu tungkai dipegang pada posisi extensi pada lutut dan telapak kaki sisi yang sama digores dengan kuku pada tungkai yang akan berada dalam posisi fleksi, adduksi kemudian extensi. 5. Rooting refleks Rangsangan pada ujung mulut mengakibatkan kepala menoleh ke arah sisi rangsangan, bibir bawah merendah menuju ke arah rangsan dan lidah juga bergerak menuju ke arah rangsangan. Rangsangan pada bibir atas bagian-bagian tengah akan mengaibatkan mulut terbuka dan rahang turun ke bawah. 4. ASUHAN BAYI BARU LAHIR a. Pencegahan infeksi Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan atau kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir. Upaya pencegahan infeksi sebelum menenangi bayi baru lahir : - Cuci tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan bayi. - Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi. - Pastikan semua peralatan dan bahan yang digunakan bersih dan steril. - Pastikan semua pakaian, handuk, selimut dan kain yang digunakan untuk bayi dalam keadaan bersih. b. Penilaian Segera setelah lahir letakkan bayi di atas kain bersih dan kering yang disiapkan pada perut ibu. Segera pula lakukan penilaian awal dengan menjawab 5 pertanyaan : - Ketuban bersih dari meconeum ? - Cukup bulan ? - Menangis kuat ? - Tonus otot kuat ? - Warna kulit kemerahan ? Jika bayi tidak bernapas atau bernapas megap-megap atau lemah makaaa segeraa lakukan tindakan resusitasi bayi baru lahir. c. Pencegahan kelainan panas - Mekanisme kehilangan panas 1. Evaporasi Penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri setelah lahir. 2. Konduksi Kehilangan panas melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. 3. Konveksi Kehilangan panas yang terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin. 4. Radiasi Kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda-benda yang mempunyai suhu lebih rendah dari suhu tubuh bayi. Upaya mencegah kehilangan panas 1. Keringkan bayi. 2. Selimuti bayi dengan kain bersih dan hangat. 3. Selimuti bagian kepala bayi 4. Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya. 5. Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir. Jangan memandikan bayi setidak-tidaknya 6 jam setelah lahir. 6. Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat. d. Mempertahankan pernapasan Bayi diletakkan dengan kepala lebih rendah dari pada badan agar lendir keluar dari mulut dan mencegah lendir dan kadang-kadang darah dan mekonium masuk ke sakuran pernapasan. Pengisapan lendir harus dilakukan dengan cepat dan lembut. e. Mengenal tanda-tanda sakit Kondisi bayi dapat berubah dengan cepat karena itu perlu diawasi dengan kontinyu. Tanda-tanda yang harus diperhatikan misalnya : - Kulit kuning pada hari pertama. - Kerusakan pernapasan atau > 60 x/menit.
- Kenaikan atau penurunan suhu tubuh (< 36oC atau 38oC) - Biru atay pucat. - Perut kembung - Problem makan - Muntah - Kejang-kejang - Tidak BAB dan BAK dalam 12 jam pertama kehidupan. - Tali pusat merah, bengkak, keluar cairan, bau busuk dan darah. 5. TINDAKAN YANG HARUS SEGERA DILAKUKAN PADA BAYI BARU LAHIR a. Mengisap lendir dan merangsang pernapasan. b. Memotong dan merawat tali pusat. c. Membersihkan kulit bayi (mengeringkan bayi). d. Memberikan identitas bayi. e. Menetesi mata bayi dan memberi vitamin K f. Mengukur panjang badan, lingkar dada dan kepala serta berat bayi. g. Memberi pakaian dan membungkus bayi. 6. PERAWATAN SEHARI-HARI PADA BAYI a. Pemenuhan kebutuhan nutrisi. b. Pemeliharaan kebersihan c. Perawatan tali pusat d. Perawatan keadaan kesehatan dan mencegah injeksi. e. Penyuluhan kesehatan pada ibu tentang perawatan bayi.

DAFTAR PUSTAKA

Ladeweg, Patricia W. Buku Saku Asuhan Keperawatan Ibu Bayi Baru Lahir. Jakarta : JNPK-KR. 2007. Asuhan Persalinan Normal. Jakarta : JNPK-KR. 2007.

Saifuddin AB. Dkk. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : YBP-SP.2004.

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL DI RUANG BAYI ( MERAH DELIMA) RSUD ANSARI SALEH BANJARMASIN

PENGKAJIAN Hari / Tanggal : senin/ 12 april 2010 Jam : 09.27 Wita No. RMK : 11.07.20 A. Data Subjektif 1. Biodata Nama bayi : By. Ny. H Umur / Tanggal Lahir : 0 hari / 12 april 2010 Jenis kelamin : laki-laki Jam lahir : 09.27 Wita Nama Ibu : Ny. H Umur : 28 tahun Suku/bangsa : Banjar / Indonesia Agama : Islam Pendidikan : S1 Pekerjaan : PNS Alamat : jl. Alalak selatan Rt 9, Banjarmasin Nama Ayah : Tn. A. F Umur : 31 tahun Suku/bangsa : Banjar / Indonesia Agama : Islam Pendidikan : S1 Pekerjaan : swasta Alamat : jl. Alalak selatan Rt 9, Banjarmasin 2. Keluhan utama Bayi baru lahir spontan belakang kepala, langsung menangis. 3. Riwayat kehamilan dan persalinan a. Riwayat penyakit Perdarahan : Tidak ada Pre-eklampsi : Tidak ada Eklampsi : Tidak ada Penyakit kelamin : Tidak ada Lain-lain : Tidak ada b. Kebiasaan waktu hamil Makan : 3 x dalam sehari Obat-obatan/jamu : SF dan Vit. C Merokok : Tidak pernah Lain-lain : Tidak c. Persalinan sekarang Jenis persalin : spontan belakang kepala Dotolong oleh : bidan Jam : 09.27 Lamanya persalinan : Kala I : 6 jam Kala II : 7 menit Kala III : 25 menit d. Ketuban pecah Warna : Jernih Bau : Amis e. Komplikasi persalinan Ibu : Tidak ada Bayi : Tidak ada B. Data Objektif 1. Pemeriksaan Umum Keadaan umum : Baik Suhu : 37,2oC Respirasi : 64 x/menit Nadi : 148 x/menit Berat badan : 2700 gram Panjang badan : 49 cm Apgar score : 7, 8, 9 Kriteria 0 1 2 1’ 5’ 10’ Apparance color (Warna kulit) Pucat Badan merah ekstremitas biru Seluruh tubuh kemerahan 1 2 2 Pulse (nadi) Tidak ada < 100 x/menit > 100 x/menit 2 2 2
Grimate (refleks) Tidak ada Sedikit gerakan Menangis 2 2 2
Activity (Tonos otot) Lumpuh Eks dalam flexi sedikit. Gerakan aktif 1 1 1
Respiration
(Pernapasan) Tidak ada Lambat, tidak teratur. Menangis kuat 1 1 2
7 8 9

2. Pemeriksaan fisik
a. Inspeksi
Kepala : tidak ada caput succedonium dan chepal hematoma
Muka/kulit : nampak kemerahan menyeluruh dan kelembapan cukup
Rambut : tampak hitam, cukup tebal dan tidak mudah dpisahkan
Ubun-ubun : nampak datar
Mata : kunjungtiva tidak nampak anemis. Sklera tidak ikterik. Sub konjungtiva tidak bleeding.
Telinga : nampak bersih, bentuknya simetris dan pelipatan jelas pada semua pina.
Hidung : nampak bersih, tidak ada pernapasan cuping hidung dan tidak ada pengeluaran sekret.
Mulut : bibir tidak tampak biru, mukosa mulut basah, tidak ada plato sheisiz/lebio sheisiz, dan lidah tidak pucat.
Leher : tidak tampak adanya pembesaran kelenjar tiroid.
Dada : nampak simetris, retraksi dinding dada (-) dan irama napas teratur.
Abdomen : tali pusat tampak masih basah, tidak ada perdarahan pada tali pusat, tidak berbau dan tidak ada peradangan dan infeksi
Genetalia : jenis kelamin laki-laki
Anus : positif (+)

b. Palpasi
Kepala : ubun-ubun teraba datar, sutura tidak tumpang tindih, tidak teraba cuput succedeum dan chepal hematoma.
Kulit : turgor kulit cepat kembali.
Abdomen : tidak teraba benjolan abnormal.
Punggung : tidak teraba spina bifida

c. Auskultasi
Dada : bunyi jantung terdengar teratur dengan frekuensi 147 x/menit.
d. Refleks
Refleks moro : positif (+)
Refleks rooting : positif (+)
Refleks sucking : positif (+)
Refleks grasping : positif (+)
Refleks tonis neck : positif (+)
Refleks baby sky : positif (+)
Refleks walking : positif (+)

e. Antropometri
1. Lingkar kepala
Circumperensia mento accipitalis : 40 cm
Circumperensia fronto accipitalis : 34 cm
Circumperensia suboccipito tregmatica : 31 cm
2. Lingkar dada : 33 cm

C. ASSESMENT
Bayi baru lahir normal segera menangis.

D. PLANNING
1. Menjaga kehangatan bayi, seperti :
a. Keringkan bayi.
b. Selimuti bayi dengan kain bersih dan hangat.
c. Tutupi kepala bayi dengan topi.
d. Tempatkan bayi di lingkungan/ruangan yang hangat.
2. Berikan nutrisi kepada bayi berupa ASI
3. Mencegah infeksi dengan cara :
a. Cuci tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan bayi.
b. Pakai sarung tangan bersih pada saat menangani bayi.
c. Pastikan semua peralatan dan bahan yang digunakan bersih dan steril.
d. Pastikan semua pakaian, handuk, selimut dan kain yang digunakan untuk bayi dalam keadaan bersih.
4. Merawat tali pusat dengan cara :
a. Tidak membungkung putung tali pusat atau perut bayi atau mengoleskan cairan atau bahan apapun ke puntung tali pusat.
b. Pertahankan sisa tali pusat dalam keadaan terbuka agar terkena udara dan tutupi dengan kain bersih secara longgar.
c. Lipatlah popok di bawah sisa tali pusat.
d. Jika tali pusat terkena kotoran atau tinja cuci dengan sabun dan air bersih dan keringkan betul-betul.
5. Menjaga personal hygine bayi seperti :
a. Mengganti popok yang bersih dengan yang kering.
b. Mengganti pakaian yang kotor.
c. Memandikan bayi dengan air hangat 2 kali sehari (pagi dan sore).
6. Mengobservasi TTV pada bayi :
a. Keadaan umum
b. Respirasi
c. Nadi
d. Berat badan
7. Melakukan program rawat gabung
8. Memberitahukan hasil pemeriksaan bayi kepada ibu
a. Keadaan bayi baik
b. Berat badan bayi 2700 gram dengan panjang badan 49 cm dan berjenis kelamin laki-laki.
9. Memberikan penjelasan kepada ibu tentang posisi menyusui yang baik dan benar :
a. Lengan ibu menopang kepala, leher dan seluruh badan bayi (kepala dan tubuh berada pada satu garis lurus), muka bayi menghadap ke payudaraa ibu, hidung bayi di depan puting susu ibu.
b. Ibu mendekatkan bayinya ke tubuhnya (muka bayi ke payudara ibu) dan mengamati bayi siap menyusu, membuka mulut, bergerak mencari dan menoleh.
c. Ibu menyentuhkan puting susunya ke bibir bayi, menunggu hingga mulut bayi terbuka lebar kemudian mengarahkan mulut bayi ke puting susu ibu sehingga bibir bayi dapat menangkap puting susu tersebut.
10. Memberitahukan dan menjelaskan kepada ibu tentang tanda-tanda bahaya pada bayi baru lahir :
a. Pernapasan - sulit atau lebih 60 x/menit.
b. Kehangatan – terlalu panas (>38oC atau terlalu dingin < 36oC)
c. Warna - tubuh keuning, biru, atau pucat, memar.
d. Pemberian makan - hisapan lemah, mengantuk berlebihan, banyak muntah.
e. Tali pusat – merah, bengkok, keluar cairan (nanah), bau busuk.
f. Tunja/kemih – tidak berkemih dalam 24 jam, tinja lembek, sering, hijau tua, ada lendir atau darah pada tinja.
g. Aktivitas - menggigil, lemas, lunglai, kejang, menangis terus menerus.
11. Memberikan penjelasan kepada ibu tentang pemberian imunisasi
a. BCG diberikan pada usia 0 -2 bulan
b. Hepatitis B diberikan pada usia 0 – 6 bulan sebanyak 3x dengan interval 1 bulan.
c. Polio diberikan pada usia 0 – 5 tahun sebanyak 5x dengan interval 1 bulan.
d. DPT diberikan pada usia 2 – 12 tahun sebanyak 6 x dengan interval 1 bulan
e. Campak diberikan pada usia 9 – 6 tahun
12. Mengevaluasi keadaan bayi.

Catatan Perkembangan
No. Hari/Tanggal Catatan Perkembangan
1. Selasa,
13-04-2010
Jam 08.00 S : Ibu mengatakan bayi menyusu kuat, bergerak aktif, menangis kuat dan BAB-BAK.
O: Keadaan umum baik
Kesadaran compos mentis
HR : 148x/menit
RR : 64 x/menit
T : 37,2oC
Kulit : Kelembaban cukup, turgor cepat kembali (=)
Kepala : Mesosefali dan ubun-ubun datar
Mata : Tidak tampak anemis dan ikterik.
Telinga : Tidak ada sekret
Hidung : Tidak ada pernapasan cuping hidung
Mulut : Mocosa bibir basah
Thorax : Simetris, tidak ada retraksi
Ekstremitasi : hangat dan tidak odem
A : Bayi baru lahir normal segera menangis,
berumur 1 hari.
P : - Rawat bayi dan jaga temparatur bayi antara 36,5oC – 37,5oC
- Memberikan kebutuhan nutrisi berupa ASI kepada bayi setiap 2 jam sekali.
- Mengobservasi keadaan bayi seperti : tanda-tanda vital, hipoglikemia, BAB dan BAK.
- Merawat tali pusat tanpa mengoleskan cairan atau bahan apapun ke puntung tali pusat.
- Bayi di perbolehkan pulang dalam keadaan sehat.

0 komentar:

Post a Comment