06 February, 2008

JENIS-JENIS PENELITIAN

BAB I

PENDAHULUAN

Menurut tujuannya, penelitian dapat dikelompokkan menjadi penelitian murni dan terapan. Gay ( 1977 ) menyatakan bahwa sebenarnya sulit untuk membedakan antara penelitian murni ( dasar ) dan terapan secara terpisah, karena keduanya terletak pada satu garis kontinum. Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak memperhatikan kegunaan yang bersifat praktis. Penelitian dasar pada umumnya dilakukan pada laboratorium yang kondisinya terkontrol dengan ketat. Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis. Jadi penelitian dasar berkenaan dengan penemuan prinsip-prinsip itu. Contoh penelitian murni: pengaruh pemberian stimulus terhadap respon pada binatang. Hasil penelitian ini kemudian diterapkan pada manusia, misalnya pengaruh pemberian intensif terhadap perilaku kerja.


BAB II

JENIS-JENIS PENELITIAN

Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan itu dilandasi oleh metode keilmuan. Menurut Jajan S. Suriasumantri ( 1978 ) metode keilmuan ini merupakan gabungan antara pendekatan rasional dan empiris.[1]

Penelitian ada beberapa jenis

1. Menurut Penggunaannya

Jenis penelitian bila dilihat dari segi penggunaannya dapat digolongkan menjadi:

i) Penelitian dasar atau penelitian murni ( pure research ) LIPI memberi definisi sebagai berikut. Penelitian dasar adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah atau untuk menemukan bidang penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. Artinya kegunaan hasil penelitian itu tidak segera dipakai namun dalam waktu jangka panjang juga akan terpakai.

ii) Penelitian terapan ( applied research )

Batasan yang diberikan LIPI adalah:

Penelitian terapan ialah setiap penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah dengan suatu tujuan praktis. Berarti hasilnya diharapkan segera dapat dipakai untuk keperluan praktis. Misalnya penelitian untuk menunjang kegiatan pembangunan yang sedang berjalan, penelitian untuk melandasi kebijakan pengambilan keputusan atau administrator.

Dilihat dari segi tujuannya, penelitian terapan berkepentingan dengan penemuan-penemuan yang berkenan dengan aplikasi dan sesuatu konsep-konsep teoritis tertentu.[2]

2. Menurut Metodenya

Jenis penelitian dilihat dari segi metodenya adalah sebagai berikut :

i) Penelitian Historis

ii) Penelitian Filosofis

iii) Penelitian Observasional

iv) Penelitian Ekspremental

3. Menurut Sifat Permasalahannya

Sesuai dengan tugas penelitian itu untuk mmemberikan, menerangkan, meramalkan dan mengatasi permasalahan atau persoalan-persoalan, maka penelitian dapat pula digolongkan dari sudut pandangan ini. Sehingga penggolongan ini bisa mencakup penggolongan yang disebut terdahulu. Berdasarkan penggolongan ini dapat dipilih rancangan penelitian yang sesuai. Ada delapan jenis penelitian itu yakni:

i) Penelitian Historis

ii) Penelitian Deskriptif

iii) Penelitian Perkembangan

iv) Penelitian kasus dan Penelitian lapangan

v) Penelitian Korelasional

vi) Penelitian Kausal-Komparatif

vii) Penelitian Ekspremental

viii) Penelitian Tindakan[3]

1) Penelitian Historis

Penelitian ditujukan kepada rekonstruksi masa lampau sistematis dan objektif memahami peristiwa-peristiwa masa lampau itu.

Data yang dikumpulkan pada penelitian ini sukar dikendalikan. Maka tingkat kepastian pemecahan permasalahan dengan metode ini adalah paling rendah. Data yang dikumpulkan biasanya hasil pengamatan orang lain seperti surat-surat arsip atau dokumen-dokumen masa lalu. Penelitian seperti ini jika ditujukan kepada kehidupan pribadi seseorang, maka penelitian disebut penelitian biografis.

2) Penelitian Deskriptif

Penelitian deskripsi berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu.

Misalnya: penelitian yang dilakukan mahasiswa untuk menyusun tesis memperoleh gelar sarjana kependidikan di IKIP, biasanya adalah penelitian deskriptif, seperti penelitian mengenai kemunduran prestasi belajar siswa, kemunduran rasa tanggung jawab.

3) Penelitian Perkembangan

Penelitian perkembangan menyelidiki pola dan proses pertumbuhan atau perubahan sebagai fungsi dari waktu.

Kekhususan:

(1) Memusatkan perhatian pada ubahan-ubahan dan perkembangannya selama jangka waktu tertentu. Meneliti pola-pola pertumbuhan, laju, arah, dan urutan perkembangan dalam beberapa fase.

(2) Penelitian ini umumnya memakai waktu yang panjang atau bersifat longitudinal. Dan biasa dilakukan oleh peneliti ahli dengan fasilitas cukup.

4) Penelitian kasus dan Penelitian lapangan

Penelitian kasus memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan terperinci mengenai latar belakang keadaan sekarang yang dipermasalahkan.

kekhususan

(1) Subjek yang diteliti terdiri dari suatu kesatuan ( unit ) secara mendalam, sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada unit itu. Kasus bisa terbatas pada satu orang saja, satu keluarga, satu daerah, satu peristiwa atau suatu kelompok terbatas lain.

(2) Selain penelitian hanya pada suatu unit, ubahan-ubahan yang diteliti juga terbatas, dari ubahan-ubahan dan kondisi-kondisi yang lebih besar jumlahnya, yang terpusat pada spek yang menjadi kasus. Biasanya penelitian ini dengan cara longitudinal.

5) Penelitian Korelasional

Penelitian korelasional bertujuan melihat hubungan antara dua gejala atau lebih.misalnya, apakah ada hubungan antara status sosial orang tua siswa dengan prestasi anak mereka.

6) Penelitian Kausal-Komparatif

Penelitian untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki.

Misalnya : sikap santai siswa dalam kegiatan belajar mungkin disebabkan banyaknya lulusan pendidikan tertentu yang tidak mendapat lapangan kerja.

Kekhususan

(1) Pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat itu dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan itu telah terjadi ( penelitian bersifat ex post facto ).

(2) Suatu gejala yang diamati, diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa faktor pada masa lampau.

7) Penelitian Ekspremental

Penelitian dengan melakuakn percobaan terhadap kelompok-kelompok ekspremen. Kepada tiap kelompok ekspremen dikenakan perlakuan-perlakuan tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat dikontrol.

Data sebagai hasil pengaruh perlakuan terhadap kelompok ekspremen diukur secara kuantitatif kemudian dibandingkan. Misalnya, hendak meneliti keefektifan metode-metode mengajar. Penerapan tiap metode dicobakan terhadap kelompok-kelompok coba. Pada akhir percobaan prestasi belajar tiap kelompok dievaluasi.

8) Penelitian Tindakan

Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru untuk mengatasi kebutuhan dalam dunia kerja atau kebutuhan praktis lain. Misalnya, meneliti keterampilan kerja yang sesuai bagi siswa putus sekolah di suatu daerah.

Penelitian pengembangan keterampilan mengisi program B kurikulum SMA 1984.

Kekhususan

(1) Dipersiapkan untuk kebutuhan praktis yang berkaitan dengan dunia kerja.

(2) Penelitian didasarkan pada pengamatan aktual dan data tingkah laku. Menyiapkan program kerja untuk pemecahan masalah.

(3) Bersifat fleksibel, dapat diadakan perubahan selama proses penelitian bila dianggap penting untuk pembaruan ( inovasi ).[4]

4. Menurut Bidang Ilmu

Ragam penelitian ditinjau dari bidangnya adalah: penelitian pendidikan (lebih lanjut lagi pendidikan guru, pendidikan ekonomi, pendidikan kesenian), ketekhnikan, ruang angkasa, pertanian, perbankan, kedokteran, keolahragaan, dan sebagainya.[5]

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Jenis- jenis penelitian itu ada 4, yaitu :

1) Menurut Penggunaannya

i) Penelitian dasar atau penelitian murni ( pure research ).

ii) Penelitian terapan ( applied reaserch )

2) Menurut Metodenya

i) Penelitian historis

ii) Penelitian filosofis

iii) Penelitian observasional

iv) Penelitian ekspremental

3) Menurut Sifat Permasalahannya

i) Penelitian Historis

ii) Penelitian Deskriptif

iii) Penelitian Perkembangan

iv) Penelitian kasus dan Penelitian lapangan

v) Penelitian Korelasional

vi) Penelitian Kausal-Komparatif

vii) Penelitian Ekspremental

viii) Penelitian Tindakan

4) Menurut Bidang ilmu

DAFTAR PUSTAKA

1) Arikunto, Dr. Suharsimi, Prosedur Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta, 1993.

2) Best, John W., Metodologi Penelitian Pendidikan, disunting oleh Drs. Mulyadi Guntur Waseso dan Drs. Sanafiah Faisal, Usaha Nasional, Surabaya, 1982.

3) Margono, Drs. S., Metodologi Penelitian Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 2003.

4) Sitorus, Prof. Drs. J., Metodologi Penelitian Pendidikan, Tarsito, Bandung, 1990.

5) Subiyono, Dr, Metode Penelitian Administrasi, Afabeta, Bandung, 1994.



[1] Dr. Subiyono, Metode Penelitian Administrasi, Afabeta, Bandung, 1994, hal.1

[2] John W. Best, Metodologi Penelitian Pendidikan, disunting oleh Drs. Mulyadi Guntur Waseso dan Drs. Sanafiah Faisal, Usaha Nasional, Surabaya, 1982, hal. 35.

[3] Drs. S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 2003, hal. 7.

[4] Prof. Drs. J. Sitorus, Metodologi Penelitian Pendidikan, Tarsito, Bandung, 1990, hal. 10

[5] Dr. Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Rineka Cipta, Jakarta, 1993

4 komentar:

adi said...

permisi, saya minta ijin untuk copy paste,karena ada tugas di kampus, mohon keikhlasnnya. terima kasih.
apabila ada apa- apa anda dapat menghubungi saya lewat email di :
aldenk15@gmail.com
mohon keikhlasannya ya

Anonymous said...

sama Gan, ane juga ijin copas...

Anonymous said...

Copas ya gan

Anonymous said...

terimakasih,, tulisannya sangat membantu,,, :)

Post a Comment