06 January, 2013

Hati-Hati Wabah Hedonisme Menyerang Mahasiswa

Paujiah
(Mahasiswi D3 IPII IAIN Antasari)

Kondisi dunia yang semakin mengglobal. Perembesan budaya antar bangsa di dunia tidak terelakkan lagi. Termasuk di dalamnya ideologi dan gaya hidup manusia yang sudah tidak dapat dibedakan lagi antara suatu bangsa dengan bangsa lain dan pemeluk suatu agama dengan pemeluk agama lain. Hal ini merupakan bukti bahwa telah terjadi pergeseran gaya hidup umat manusia yang semula berorientasi pada masalah diniyyah, idiologis menjadi madiyyah, bendawi dan sekuler. Standard kesuksesan seseorang di zaman ini, kebanyakan diukur dengan seberapa banyak seseorang menguasai harta kekayaan dengan tanpa melihat asal muasal harta tersebut didapat. Standard halal atau haram seolah bukan merupakan masalah yang prinsip. Sebuah ungkapan yang sering terdengar adalah, “mencari yang haram saja susah apalagi yang halal”, walaupun disampaikan dengan nada kelakar, akan tetapi paling tidak hal tersebut merupakan cermin perilaku  dan materialistik sebagai gaya hidup yang sedang ngetrend zaman ini.

 Banyak paham yang  sekarang ini cenderung meralat pola pikir mahasiswa ke arah penentangan aturan, baik hukum maupun agama. Salah satunya adalah hedonisme. Hedonisme merupakan suatu paham yang menentang fitrah, hedonisme cenderung bersifat acuh terhadap alam setelah dunia. Hedonisme sebagai istilah yang menunjukan paham kesenangan berasal dari kata Hedone yang berarti kesenangan. Dalam kamus Bahasa Indonesia, Hedonisme berarti paham yang beranggapan bahwa kesenangan adalah yang paling benar di dunia ini. Para penganut paham hedonisme berusaha memanfaatkan waktu yang ada didunia ini dengan sepuas- puasnya untuk kesenangan, karena mereka takut tidak dapat merasakan kenikmatan lagi diakhirat.

Salah satu dari penganut paham ini adalah senang berfoya- foya, berpesta dan bersenang- senang melebihi batas kewajaran, bahkan jika aturan hukum dan agama itu dapat menghalangi kesenangan mereka, mereka tidak merasa segan untuk melanggar aturan itu meskipun mereka tau apa imbas yang akan terjadi nantinya kepada mereka.

Mahasiswa sebagai generasi calon penerus bangsa tentu sedikit banyak sangat di harapkan mampu memberikan yang terbaik untuk bangsa ini, lalu apa yang dapat diberikan oleh seorang mahasiswa apabila ia pun masih belum menyadari apa yang dilakukannya sehari-hari adalah salah .Paham ini mengharuskan para penganutnya untuk bersifat narsis atau memuja dirinya sendiri. Mereka juga takut dijauhi bila tidak ikut andil dalam ritual menyeramkan itu, dugem, nyimeng dan hal lainnya. Free seks, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, perkelahian dan aksi berbau anarkis lainnya marak sekarang ini dikalangan para mahasiswa. Mereka sepertinya tidak asing lagi dengan hal- hal tersebut. Mereka menjadikan hal- hal itu layaknya sebuah hobi yang rutin dilakukan, bahkan mereka sering  mengadakan pesta untuk hobi dan kesenangan mereka itu.

Biasanya penyakit hedonisme ini menjangkit para mahasiswa yang berasal dari pedesaan, penulis tidak bermaksud menjelek- jelekan saudara kami dari pedesaan, tetapi yang dimaksud disini adalah mahasiswa dari desa “ yang tidak kuat imannya”. Mereka terkena keterkejutan dan gagap budaya ( Shock culture). Sebelumnya mereka berasal dari budaya yang terpelihara dalam lingkungan pengawasan  orang tua dan masyarakat. Namun, setelah menjadi mahasiswa tidak ada yang mengawasi dan jauh dari orang tua sehingga mereka dapat melakukan apa saja yang mereka inginkan.

Awalnya mereka datang kekampus dan merantau kenegri orang untuk belajar atau menuntut ilmu  dan cita- cita menjadi mahasiswa teladan yang dapat membanggakan orang tua mereka dikampung halaman, ketika sudah memasuki perguruan tinggi dan menjadi mahasiswa mereka lupa  dengan tujuan mereka,lemah daya menghadapi tantangan dan godaan dikota besar. Ditambah lagi lingkungan tempat mereka tinggal “ Kos- kosan “. Teman satu kos juga bisa mempengaruhi menyebarnya wabah ini, seperti yang sudah dikatakan diawal, hedonisme adalah dunia saling meninggikan dirinya sendiri, tidak ingin kalah dan selalu ingin bersaing. Melihat temannya bersenang- senang pamer pasangan dan menghina “gak laku” bagi yang tidak punya pasangan atau pacar. Tidak tahan direndahkan , maka mahasiswa (i) tersebut akan ikut meniru.  Ada pribahasa mengatakan bagaikan  seekor kumbang yang menghisap madu sampai puas, tidak bertanggung jawab yang setelahnya mengeluarakan jurus pamungkas “ Kau paham, kita berdua belum siap untuk menikah”. Itulah kata- kata yang sekarang menjadi trend dikalangan remaja setelah meraka melakukan hal- hal yang merusak masa depan meraka. Sungguh sifat yang sangat keji bagi kalangan intelektual kampus, yang seharusnya menjadi sosok pemimpin dimasyarakatnya, memberikan segala sesuatu yang terbaik bagi masyarakatnya, tetapi kenyataan begitu pahit dan sulit untuk diatasi. Kita pasti sepakat, manusia hedonis macam itu tidak pantas menjadi pemimpin dimasyarakatnya kelak, hanya orang –orang yang tidak berpendidikan melakukan hal semacam itu “na uzu billah himin zhalik”.

Salah satu solusi yang kiranya saya dapat tawarkan adalah, dengan cara menyaring terlebih dahulu segala sesuatu yang dikatakan bersifat modern yaitu dengan kita memahami modern itu sendiri dan menumbuhkan kembali hukum-hukum yang bersifat tradisional, sehingga kita bisa benar-benar mengerti dan dapat menilai antara segi baik dan buruknya yang akan timbul dari hal tersebut. Misalkan hubungan sek di luar pernikahan yang marak terjadi di indonesia ini umumnya, apabila kita dapat benar-benar bisa mengerti apa yang akan kita dapatkan dari sebuah hubungan sek di luar pernikahan terutama dikalangan mahasiswa terlebih apabila terjadi di lingkungan siswa SMA ataupun SMP. Hampir dapat dipastikan akan memberikan jawaban itu tidak dapat dibenarkan meskipun kita bertanya terhapa pelakunya sendiri. Hukum-hukum tradisional yang terkadang kita selalu melupakannya ternyata sangat memiliki arti yang sangat penting untuk mencegah gaya hidup Hedonisme yang berlebihan dan dari segi pergaulan.  disni Bukan berarti mereka harus tidak bergaul dan bukan melarang mereka untuk bergaul, hanya saja mereka harus memilih teman dalam bergaul. Teman bergaullah  yang membawa kita kepada kebaikan atau membawa kita kepada keburukan mungkin ini tidak harus menjadi pilihan hidup dan tidak dianjurkan kita harus memilih jalan kita selama kita masih berpegang teguh pada agama, apalagi kita mempunyai iman yang kuat yang membawa kita kemanapun  berada. Sekali lagi ditekankan, HEDONISME itu merusak diri, jauhillah paham itu dengan selektif dalam bergaul, jangan mengikuti teman hanya untuk menjaga “ gengsi “, dekat kan diri pada Allah SWT, ingatlah kamu nanti pasti akan kembali kesisi-Nya, dan kamu pasti dimintai pertanggung jawaban atas masa mudamu kemunafikanmu pada masyarakat dan orang tuamu yang selalu mendukungmu jangan sampe terjadi pada  mahasiswa perguruan tinggi yang mayoritasnya muslim semua, seperti dalam  firman Allah ‘’Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya”(QS. Ali Imran : 196-197)

“MARI !!! SELAMATKAN BUMI KITA”

Oleh: Zainah Hariati
(Mahasiswi D3 IPII IAIN Antasari)


Alam semesta diciptakan Allah SWT dalam keadaan yang seimbang dan serba teratur namun terkadang perbuatan  manusia didasari nafsunya sehingga mereka melakukan perbuatan yang mengakibatkan berbagai kerusakan dimuka bumi. Mereka melakukan pengundulan hutan tanpa adanya reboisasi,  eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan tanpa memperhatikan lingkungan dan upaya mengembalikan keseimbangan alam padahal di dalam Al-qur’an Allah SWT telah memerintahkan kepada manusia untuk menjaga dan memelihara alam semesta sebagaimana firman Allah dalam QS Ar-Rum 41-42.
41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
42. Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).")QS Ar-Rum 41-42(.

Ayat diatas Allah SWT sudah memberitahukan kepada kita manusia bahwa penyebab kerusakan didarat dan di laut yang terjadi di bumi  adalah perbuatan tangan dari manusia. Maka kita harus menjaga bumi kita ini dengan sebaik-baiknya agar kita bisa mengurangi kerusakan-kerusakan yang ada di muka bumi dan juga mengurangi faktor-faktor yang mendorong terjadinya pemanasan global.
Dalam artikel ini kita akan membahas tentang Global Warming. Mungkin kita tidak asing lagi dengan istilah “Global Warming” ya, benar global warming adalah pemanasan global dimana sekarang  suhu rata-rata global pada permukaan bumi semakin meningkat selama seratus tahun terakhir ini.
Saat ini banyak sekali faktor yang menyebabkan terjadinya pemanasan global dari beberapa faktor pendorong terjadinya pemanasan global paling banyak disebabkan oleh tangan manusia.
Faktor pertama yang menyebabkan pemanasan global adalah  efek rumah kaca. Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C dari suhunya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi.
Efek rumah kaca adalah sinar matahari yang menembus permukaan bumi sebagian besar diserap oleh bumi, sebagian lagi dipantulkan ke udara. Gas karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari asap kendaraan bermotor, pabrik, dapur rumah tangga disebut gas rumah kaca (M.Suwarno 2008:21).
 Akan tetapi apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global. Secara alamiah sinar matahari yang masuk ke bumi, sebagian akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa. Sebagian sinar matahari yang dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas di atmosfer yang menyelimuti bumi sehingga sinar tersebut terperangkap dalam bumi. Efek rumah kaca ini juga disebabkan karena  pembakaran dan penggundulan hutan serta aktivitas pertanian dan peternakan. Efek rumah kaca  yang dihasilkan dari kegiatan tersebut, seperti karbondioksida, metana, dan nitroksida.
Dampak lain dari terjadinya efek rumah kaca adalah yang pertama  es dikutub akan mencair, yang mengakibatkan permukaan laut naik sehingga daerah pantai dan pulau-pulau kecil akan tenggelam, dampak yang kedua udara akan menjadi sangat panas sehingga tidak baik bagi tanaman dan pertanian akan rusak.
Faktor pemanasan global yang kedua adalah efek umpan balik. Sebagai contoh efek umpan balik ini  adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu keseimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembapan relatif udara hampir konstan atau bahkan menurun karena udara menjadi hangat). Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.
Faktor pemanasan global yang ketiga adalah kerusakan lapisan ozon,  saat ini lapisan ozon di kutub selatan sudah membentuk lingkaran yang kosong atau lubang yang cukup besar. Lapisan ozon ini berfungsi untuk menyerap sinar ultraviolet yang berasal dari matahari sehingga sinar matahari tidak semuanya masuk ke permukaan bumi. Apabila lapisan ozon ini menipis maka sinar ultraviolet banyak jatuh ke permukaan bumi dan akan membahayakan makhluk hidup seperti kanker kulit, penyakit katarak (mata), mengakibatkan tanaman tidak tumbuh dan bahkan dapat menyebabkan kematian bagi makhluk hidup.  Rusaknya lapisan ozon ini disebabkan  reaksi dari zat-zat tertentu  diantaranya adalah zat Fluorokarbon zat ini banyak terdapat di pendingin udara (AC), busa, semprotan minyak wangi, dan semprotan insektisida.  Zat ini apabila membumbung ke udara akan masuk ke lapisan ozon lalu akan mengambil lapisan ozon sehingga menjadi berkurang.
Faktor pemanasan global yang keempat adalah meningkatnya level permukaan laut hal ini disebabkan karena mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan sehingga berdampak langsung pada naiknya level permukaan air laut. Para ahli memperkirakan apabila seluruh Greenland mencair. Level permukaan laut akan naik sampai dengan 7 meter dan akan menenggelamkan seluruh pantai, pelabuhan, dan dataran rendah diseluruh dunia.
Faktor yang kelima adalah kerusakan hutan. Hutan merupakan paru-paru dunia yang dapat menyeimbangkan oksigen (O2) diudara yang dibutuhkan oleh manusia dan hewan. Selain itu hutan merupakan tempat hidup dan sumber makanan bagi manusia dan hewan (K. Warditamoko 2008:131).
Bentuk kerusakan hutan yang disebabkan oleh manusia adalah pengalihan fungsi hutan menjadi lahan pertanian, pemukiman dan kegiatan pertambangan. Pengalihan fungsi hutan ini dilakukan dengan cara menebang atau membakar semua pepohonan yang ada di hutan  tanpa memperdulikan hewan-hewan yang ada. Pemanfaatan sumberdaya hutan yang berlebihan juga dapat merusak hutan seperti; penebangan pepohonan untuk keperluan industri kertas, kayu bakar, peralatan rumah tangga dan bahan bangunan.
Saat ini setiap satu menit sekitar 22 hutan tropis di dunia musnah di antaranya sebagian hutan di Sumatera dan Kalimantan. Setiap tahun, sekitar 6 juta hektar hutan menjadi lahan kritis. Akibat-akibat dari kerusakan hutan ini adalah terjadinya perubahan iklim karena pengaturan klimatologis seperti; hujan, suhu, dan sinar matahari menjadi tidak lagi berfungsi. Punahnya hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan, terjadinya kekeringan saat musim kemarau dan terjadinya banjir saat musim hujan. Terjadinya lahan kritis di mana tanah menjadi tandus sehingga tanaman tidak dapat tumbuh. Selain itu dapat menganggu kesehatan karena asap yang disebabkan kebakaran hutan.
Faktor yang keenam adalah pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain kedalam lingkungan. Berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses dan menyebabkan lingkungan menurun atau tidak sesuai lagi dengan peruntukkan sehingga tidak berfungsi atau tidak dapat dimanfaatkan (K. Warditamoko 2008:132).
Penyebab-penyebab dari pencemaran lingkungan ini adalah limbah padat yaitu zat padat yang ditimbulkan dari kegiatan manusia yang karena tidak digunakan. Limbah padat ini biasanya dikenal dengan sampah. Jenis sampah yang ada antara lain limbah rumah tangga, pasar, pertokoan, jalan, pabrik, rumah sakit, peternakan, pertanian, dan kontruksi. Akibat dari pembuangan limbah ini antara lain mengandung bibit penyakit, mengandung bahan kimia beracun yang membahayakan kesehatan, dan merupakan tempat hidup dan berkembang biak binatang pembawa penyakit seperti lalat dan tikus.
Faktor yang kedelapan adalah pencemaran air, pencemaran air merupakan suatu konsentrasi pencemaran tertentu di dalam air pada waktu cukup lama sehingga dapat menimbulkan pengaruh tertentu (M.Suwarno 2008:21).
Pencemaran air ini dapat menyebabkan berkurangnya air bersih sehingga berpengaruh terhadap kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Pencemaran air ini biasanya karena aktivitas industri yang melakukan pembuangan limbah cairnya langsung ke sungai.
Faktor pemanasan global yang kesembilan adalah hujan asam, hujan asam ini disebabkan karena bercampurnya senyawa sulfat, nitrat dan oksida dengan air hujan senyawa tersebut bisanya bereaksi dengan air hujan dan menghasilkan senyawa asam sulfat, asam nitrat dan asam bikarbonat (M.Suwarno 2006:22).
Senyawa-senyawa ini biasanya dihasilkan oleh industri seperti pengeboran logam, batu bara dan minyak bumi. Dampak yang ditimbulkan hujan asam ini seperti; merusak tumbuh-tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan air tawar seperti ikan, plankton, dan biota lainnya. Menyebabkan karat pada logam, merusak marmer dan beton.
Faktor pemanasan global yang terakhir adalah mencairnya methane hydrates yaitu metana beku yang tersimpan dalam bentuk es. Jumlahnya cukup mencengangkan 3.000 kali dari metana yang saat ini ada di atmosfer. Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca 23 kali lebih ganas dari karbondioksida (CO2), yang berarti gas ini kontributor yang sangat buruk bagi pemanasan global yang sedang berlangsung. Berita buruknya adalah pemanasan global membuat suhu es di kutub utara dan kutub selatan menjadi semakin panas, sehingga metana beku yang tersimpan dalam lapisan es di kedua kutub tersebut juga ikut terlepaskan ke atmosfer. Para ilmuwan memperkirakan bahwa Antartika menyimpan kurang lebih 400 miliar ton metana beku, dan gas ini dilepaskan sedikit demi sedikit ke atmosfer seiring dengan semakin banyaknya bagian-bagianes di Antartika yang runtuh. Anda bisa membayangkan betapa mengerikannya keadaan ini. Bila Antartika kehilangan seluruh lapisan es nya maka 400 miliar ton metana tersebut akan terlepas ke atmosfer ini belum termasuk metana beku yang tersimpan di dasar laut yang juga terancam mencair karena makin panasnya suhu lautan akibat pemanasan global.
Saya sudah memaparkan beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pemanasan global akankah bumi kita selamat dari semua kerusakan-kerusakan itu? Saat ini kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki bumi kita agar mengurangi pemanasan global yang kita butuhkan hanyalah kemauan yang kuat untuk berubah.
Solusi yang pertama untuk mengurangi pemanasan global adalah berhenti atau kurangilah makan daging dalam laporannya yang berjudul Livestock’s Long Shadow: Enviromental Issues and Options (dirilis November:2006), PBB mencatat bahwa 18% dari pemanasan global yang terjadi saat ini disumbangkan oleh industry peternakan, yang mana lebih besar dari pada efek pemanasan global yang dihasilkan oleh seluruh alat transportasi dunia. PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi CO2 yang dihasilkan, padahal selain sebagai kontributor CO2 yang hebat, industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan sumber-sumber air bersih.
Solusi yang ke dua adalah upaya pelestarian sumber daya udara  pencegahan terhadap pabrik-pabrik yang melakukan penyaringan terhadap terhadap pembuangan gas, penanaman pohon-pohon pembatas jalan raya, mengurangi penggunaan AC, parfum dan gas-gas karbon dioksida (CO2). Mengurangi penggunaan busa untuk alas tidur, kursi dan jok mobil. Menghemat penggunaan kertas dan pensil sebaiknya menggunakan kertas bekas. Mendaur ulang samapah, menghemat sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi, batu bara dan gas bumi. Gunakan alat transportasi alternatif untuk mengurangi emisi karbon
Solusi yang ketiga adalah pelestarian sumberdaya tanah dan air. Pencegahan masalah air dapat dilakukan dengan cara penyediaan resapan air, penggunaan air tidak boros. Hutan-hutan disekitar sungai, danau, mata air dan rawa perlu dilestarikan.
Solusi yang keempat adalah pelestarian hutan. Pelestarian hutan ini dapat dilakukan dengan tata guna lahan, reboisasi (penanaman kembali pohon-pohon)..
Dengan hal sekecil apapun yang kita lakukan untuk mencegah faktor pemanasan global terjadi maka kita akan memberikan manfaat yang besar kepada bumi dan makhluk-makhluk hidup lainnya. Dan janganlah  ke egoisan kita menjadi faktor utama yang menyebabkan kerusakan alam dan lingkungan.
Saran-saran di atas tidak akan berarti jika hanya menjadi bahan bacaan tanpa tindakan yang nyata. Kita harus benar-benar mulai mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak perlu mengambil langkah ekstrim untuk langsung berubah hanya dalam semalam bila hal tersebut terlalu berat bagi kita. Lakukanlah secara bertahap tetapi konsisten dengan komitmen Anda Jadilah contoh nyata bagi lingkungan dan orang-orang di sekitar Anda. Contoh dan praktek yangAnda berikan sangat penting untukmenginspirasi banyak orang untuk berubah. Berikanlah informasi kepada orang-orang disekitar Anda sehingga mereka dapat mengerti mengenai konsekuensi dari pola hidup mereka. Dan berilah mereka dorongan untuk mencoba pola hidup mulia yang akan menyelamatkan bumi kita.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat memberikan pengaruh yang positif bagi kehidupan….Maka mulailah dari sekarang untuk mencegah terjadinya pemanasan global. Mari selamatkan bumi kita !!!

Daftar Pustaka
Elly M.Setiadi, H. Kama A Hakam dan Ridwan Effendi Ilmu Sosial dan Budaya  Dasar. Jakarta, Kencana Prenada Media Group, 2006
M. Suwarno, Adi Mahendra dan Budi HaryantoRangkuman Materi dan Pelatihan Pasti Panduan Siswa Berprestasi IPS Terpadu. Putra Angkasa, 2008.
Wardiyatmoko, K. Geografi:Untuk SMA Kelas XI. Yogyakarta, Eirlangga,2008.

APA ITU PUSTAKAWAN?

Oleh: Siti Arpah
(Mahasiswi D3 IPII IAIN Antasari)

Sumber Daya manusia adalah potensi yang merupakan asset dan berfungsi sebagai modal (non material / non finansial didalam organisasi bisnis yang dapat diwujudkan  menjadi potensi nyata secara fisik (real) dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi (Nawawi,1998:40). Maju mundurnya perpustakaan ditentukan oleh sumber daya manusianya itu sendiri. Perpustakaan yang dikelola dengan sumber daya manusia yang profesional mampu menghasilkan out put yang bagus. Perpustakaan akan maju dan berkembang sesuai yang diharapkan oleh banyak pihak.

Sumber daya manusia di perpustakaan adalah pustakawan dan tenaga staff di perpustakaan tersebut. Menurut UU no 43 tahun 2007 disebutkan bahwa pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan /atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan  dan pelayanan perpustakaan.

Pustakawan adalah sesorang yang melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada mesyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu perpustakaan, dokumentasi, dan informasi yang dimilikinya melalui pendidikan (kode etik Ikatan Pustakawan Indonesia). Dengan kata lain pustakawan atau librarian adalah seorang tenaga kerja bidang perpustakaan yang telah memiliki pendidikan ilmu perpustakaan, baik melalui pelatihan, kursus, seminar, maupun dengan kegiatan sekolah formal. Pustakawan ini orang yang bertanggung jawab terhadap gerak maju roda perpustakaan.

Di dalam kamus peristilahan khusus, makna kepustakawanan mencakup peran dan manfaat perpustakaan dan informasi dalam masyarakat, rutinitas pekerjaan dan proses mengorganisir informasi di dalam perpustakaan, sejarah dan perkembangannya di masa yang akan datang, termasuk mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membaca buku, mendidik msyarakat cara mencari informasi di dalam buku teks dan buku referensi dengan benar, mangajari pula bagaimana memanfaatkan pustaka non-buku, termasuk internet, dan memahaminya sebagai wadah pembelajaran seumur hidup.

Hal terindah bagi pustakawan adalah  mengilhami semua orang dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat yang dikuasainya. Sebagai pustakawan kita dituntut tidak hanya duduk-duduk manis di perpustakaan, akan tetapi juga melestarikan apa yang ada di perpustakaan tersebut. Cepatnya perkembangan Teknologi menuntut pustakawan mempelajarainya guna mendukung tugasnya. Tentu saja tidak semua target dapat dipenuhi, karena wilayah perpustakaan sangat berbeda dan memiliki kekhususan yang berbeda pula dengan teknologi.

Ada 6 aspek sebagai faktor penyebab rendahnya penguasaan teknologi oleh pustakawan, yaitu ; Peraturan terhadap angka kredit, Sikap pustakawan, Kemampuan pustakawan, Rancangan program aplikasi, Materi pendidikan kepustakawanan, Organisasi profesi  (Koeswara,1998:171).

Pustakawan di manapun, bahkan di tingkat internasional, merupakan profesi yang memiliki citra yang kurang diapresiasi. Kondisi tersebut sedikit banyak dipengaruhi oleh kelemahan-kelemahan yang ada dalam diri pustakawan, sekaligus dalam lembaganya.

Perkembangan dunia kepustakawanan sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang pesat. Dunia kepustakawanan yang dahulu manual dan bersifat konvensional, saat ini dengan peralatan komputer dan perangkat lunak yang canggih, pekerjaan perpustakaan mnjadi automatis, inovatif, dan modern. Pada umumnya banyak literatur tentang kepustakawanan menyebutkan bahwa perubahan sifat pekerjaan rutin perpustakaan adalah dari mekanis ke organis. Sifat organis yang dimaksud dalam konteks kepustakawanan ini adlah bahwa pekerjaan perpustakaan lebih fleksibel dan berorientasi kepada pengguna.

Mitos tentang perpustakaan yang hingga kini masih ada adalah bahwa perpustakaan adalah gudang buku, dan pustakawannya disebut juga sebagai penjaga gudang, yang pekerjaanya membuat klasifikasi, melabel punggung buku, menyusunnya di rak. Dengan munculnya teknologi informasi dan komunikasi yang serba canggih pada abad ini, muncul mitos baru yaitu Perpustakaan Digital. Kita membaca e-book kapan dan di mana saja, dan gedung perpustakaan bukan lagi ‘gudang’ tempat penyimpanan buku, sebab semua koleksi akan disimpan di dalam komputer. Komputer dengan fasilitas internet akan menggantikan perpustakaan konvensional.

Peningkatan mutu sumber daya manusia dalam perpustakaan sangat diperlukan untuk berkembang kearah yang lebih maju. Pustakawan harus mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun non pemerintah. Pelatihan itu dapat berupa seminar,magang maupun pelatihan khususnya dalam hal teknologi. Profesionalisme pustakawan dapat menjadi indikator dalam peranan pendidikan di Indonesia pada umumnya.

Menjadi pustakawan yang ideal adalah tuntutan jika kita ingin dikatakan sebagai seorang profesionl dan tentunya yang sesuai dengan standar profesi itu sendiri. Namunterkadang di lapangan banyak dijumpai para pustakawan masih belum menunjukkan sikap dan kompetensi yang memadai. Di mana pengetahuan, sikap, dan keterampilan masih jauh dari harapan sebagai pustakawan yang ideal.

Membangun pustakawan yang ideal bisa kita ibaratkan seperti akan membangun sebuah rumah maka, yang pertama adalah fondasi yang kuat, tiang-tiang pemancang, tembok, pintu, jendela dan atap sebagai penopangnya. Demikian juga denagan pofesi pustakawan, banyak unsur yang harus dibangun oleh pustakawan. Dalam perpustakaan ada unit kerja seperti pengadaan, pengolahan bahan pustaka, dan pelayanan atau jasa pembaca sesungguhnya adalah cerminan dari unit rumah yang akan kita bangun dari satu kesatuan yang utuh dari kerja seorang pustakawan.

Kita sebagai pustakawan seharusnya bisa menguasai seluruh aspek pekerjaan yang ada pada unit-unit bidang perpustakaan, dokumentasi, dan informasi. Tidaklah adil kalau seorang pustakawan hanya bisa menguasai bidang pejkerjaan unit  tertentu saja. Sungguh sangat disayangkan manakala ada seorang pustakawan ketika sudah menjelang pensiun atau sudah pensiun hanya bisa melakukan pekerjaan seperti penelusuran, shelving, label, atau ngentri saja. Ironisnya pemandanagn seperti ini sudah tidak asing lagi bagi kita.

Dapat dibayangkan apabila kita mengaku sorang pustakawan kemudian di suatu saat ada teman atau instansi membutuhkan pertolongan tenga kita untuk mengelola perpustakaan di rumah atau di kantornya, kemudian kiata dengan ringan kata mengatakan “tidak bisa” lantaran tidak siap untuk mengerjakannya.

Perlu diingat bahawa profesi pustakawan sebetulnya tidaklah berbeda dengan profesi-profesi lain seperti guru, dosen, bidan, dokter, atau yang lain karena profesi pustakawan sekarang sudah mulai dikenal dan diakui di masyarakat dan negara kita.


BAHAN RUJUKAN

Sulistyo-Basuki . 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Wiji Suwarno. 2009. Psikologi Perpustakaan. Jakarta: CV. Sagung Seto.
Suherman. 2011. Pustakawan Inspiratif: untuk para pengelola perpustakaan dan taman bacaan. Bandung: MQS Publihing.
Laksmi. 2006. Tinjauan kultural terhadap kepustakawanan: inspirasi  dari sebuah karya Umberto Eco. Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya.
Lasa Hs. 2009. Kamus Kepustakawanan Indonesia. Yogyakarta: pustaka Book Publisher.